Happy Birthday Ajahn Brahm

Ajahn Brahm begitu dicintai oleh murid-muridnya. Di ulang tahunnya yang ke-70 tahun ini, murid-muridnya di seluruh dunia lintas bangsa dari berbagai kalangan baik monastik (bhikkhu/bhikkhuni) maupun orang awam, baik buddhis dan non-buddhis, bersama-sama merayakannya. Berbagai program diselenggarakan, diantaranya adalah lelang barang bekas pakai Ajahn Brahm untuk penggalangan dana pembangunan pusat meditasi di Melbourne, penerbitan buku, dan retret meditasi cinta kasih (metta) online yang dipandu langsung oleh bhikkhu/bhikkhuni murid Ajahn Brahm dari berbagai belahan dunia selama 6 Hari, dari tanggal 1 hingga 6 Augustus 2021.

Puncak perayaannya diselenggarakan hari ini, Sabtu, tanggal 7 Augustus 2021 di Jhana Grove Meditation Centre di Serpentine, Western Australia. Berikut adalah tautan acara perayaan yang disiarkan langsung.

Saya tidak sempat hadir di tempat tapi saya coba mengikuti sebisa mungkin lewat streaming dibawah ini. Satu video klip yang dipersiapkan secara ‘rahasia’ memaparkan kisah perjalanan dan sumbangsih Ajahn Brahm dari orang-orang yang telah terinspirasi oleh beliau terrasuk yang dari Indonesia, dapat ditonton di bawah ini. Begitu banyak kasih tak-berbatas dibabarkan dan telah menginspirasi dan mencerahkan banyak insan dalam mengarungi kehidupan ini. Salut dan kagum kepada panitia yang merupakan kolaborasi murid-muridnya dari berbagai belahan dunia.

Happy Birthday Ajahn Brahm! Semoga sehat dan panjang umur dan terus menginspirasi dengan kewelas-asihannya.

Ajahn Brahmavamso (yang dipanggil Ajahn Brahm) hari ini genap berusia 70 tahun. Beliau adalah seorang bhikkhu (biarawan) Buddhis asal Inggris yang telah menjalani kehidupan kebiarawanan hampir 47 tahun dalam tradisi Theravada. Lahir pada tanggal 7 Agustus 1951 dengan nama Peter Betts dari keluarga kelas pekerja di London. Peter muda sudah tertarik pada meditasi sejak usia dini. Tumbuh menjadi seorang pemuda cerdas, Peter belajar bidang fisika teoritis di Universitas Cambridge dan kemudian menjadi pengajar.

Peter mengenal Buddhisme diusia 16 tahun lewat buku yang dibelinya dari hadiah prestasi akademiknya. Dia pergi ke Thailand untuk belajar lebih dalam tentang Buddhisme dan memutuskan menjadi bhikkhu pada usia 23 tahun. Riwayat perjalanan hidup Ajahn Brahm dapat dibaca pada tautan ini: https://bswa.org/bswp/wp-content/uploads/2017/10/A-Tribute-to-Ajahn-Brahm-Emptiness_and_Stillness.pdf.

Ajahn Brahm adalah murid dari seorang bhikkhu yang sangat dihormati di Thailand, Ajahn Chah yang bermukim di luar kota Ubon Ratchathani, bagian timur-laut Bangkok. Saya berkesempatan dua kali mengunjungi kompleks biara hutan Ajahn Chah, Wat Nong Pah Pong dan Wat Pa Nanachat sewaktu saya bekerja di tambang Sepon di Laos sekitar tahun 2002-2003.

Satu buku karangan Ajahn Brahm (dalam bahasa Inggris) dibagikan secara cuma-cuma. Saya juga barusan mengunggahnya untuk dibaca. Buku kecil ini berisi pemahaman dasar tentang Buddhisme yang disampaikan dalam cerita-cerita pengalaman Ajahn Brahm – yang menjadi ciri khasnya. Buku ini dapat diunggah di: Opening-Up-To-Kindfulness-19-July-2021DOWNLOAD

— 0 —

Saya tentu bukan siapa-siapa bagi seorang Ajahn Brahm yang memiliki begitu banyak murid dari semua kalangan yang tersebar di seluruh dunia. Dan saya juga tidak berharap bahwa Ajahn Brahm mengenal saya karena begitu banyak orang yang datang menemui beliau setiap waktu. Kalaupun saya berkunjung ke Bodhinyana Monastery di Serpentine – biara hutan tempat beliau bermukim atau Dhammaloka Monastery di kota Perth, saya biasanya hanya duduk tidak di barisan depan ágak jauh dari perhatian. Saya lebih suka berdiam sembari menikmati keheningan suasana.

Meskipun demikian, kelihatannya Ajahn tahu kalau saya orang Indonesia. Setiap kali saya menyampaikan dana makanan dalam tradisi pindapata, Ajahn Brahm selalu menyapa dengan sapaan ‘Selamat Pagi…’. 

Ajahn Brahm memang dekat dengan Indonesia. Beliau melakukan kunjungan tahunan ke Indonesia (diorganisir oleh Yayasan Ehipassiko yang didirikan oleh Handaka Vijjananda) mungkin lebih dari sepuluh tahun terakhir, yang terhenti karena pembatasan pandemi Covid 19. Buku beliau yang berjudul Cacing dan Kotoran Kesayangannya (Opening the Door of Your Heart) sempat menjadi salah satu buku terlaris di Indonesia.

Menurut saya, yang sangat mengesankan dari seorang Ajahn Brahm adalah kewelas-asihan dan kerendahan hatinya. Meski telah menjadi bhikku yang paling senior dan sangat sibuk, beliau selalu ramah dan memperlakukan setiap orang dengan sangat baik tanpa membeda-bedakan.

Pada saat satu tahun peringatan wafatnya ibu saya pada April 2016, saya memohon kepada Ajahn Brahm untuk bersedia melakukan doa pelimpahan jasa untuk mendiang ibu saya. Beliau dengan spontan malah menawarkan untuk melakukannya di Pangkalpinang saat kunjungan beliau ke sana bertepatan dengan hari peringatan 1 tahun dan menganjurkan saya menghubungi Handaka Vijjananda, teman yang telah 10 tahun lebih tidak pernah bertemu. Atas bantuan Handaka, Ajahn Brahm meluangkan waktunya di tengah talkshow untuk melakukan kegiatan doa ini. (https://letting-go.blog/2021/08/07/a-year-of-passing/)

Tidak berapa lama yang lalu saya pernah menanyakan kesediaan Ajahn untuk bisa bertemu dengan Konjen RI di Perth. Waktu itu, Ibu Konjen ingin bertemu dengan masyarakat Buddhis Indonesia yang tingal di Perth. Saya terpikir untuk melakukan pertemuan di Biara Bodhinyana. Atas bantuan Bhikkhu Ananda, Ajahn dengan senang hati bersedia menyediakan waktunya yang sangat padat itu. Sayangnya, pertemuan itu tidak terjadi karena kesulitan mengatur waktu pertemuan karena kesibukan masing-masing dan juga masa lockdown Covid.

Beberapa kali saya harus minta izin kepada Ajahn Brahm waktu hendak mengundang Bhante Ananda keluar dari biara. Pernah diizinkan dua kali ‘membawa’ Bhante Ananda menghadiri undangan perayaan Natal masyarakat Indonesia di Perth. Bhante Ananda sendiri sering memuji kesabaran, kewelas-asihan, dan keteladanan gurunya ini.

Saya sangat beruntung sempat mengikuti pelatihan meditasi dibawah bimbingan beliau di pertengahan 2018. Pelatihan berjalan sangat santai dan menyenangkan. Wejangan yang disampaikan sangat menyegarkan dan mencerahkan dengan gaya penyampaian yang lepas, dilengkapi dengan perumpamaan dan lelucon-leluconnya. Ajahn Brahm piawai memilih gaya penyampaian dan kedalaman isi menyesuaikan dengan tingkat pemahaman pendengarnya. 

Ajahn Brahm
Bear Meditation dengan Ajahn Brahm (foto: Shally Mavieto)

Di usia yang tidak muda lagi, Ajahn Brahm memiliki ingatan yang sangat kuat dan pikiran yang jernih dalam menyampaikan dan merunut serangkaian bahasan yang beranak-pinak dan kembali ke pokok pembahasan dan ditutup dengan rangkuman yang mudah dipahami.

Saya tidak melihat raut muka lelah Ajahn Brahm yang berbicara sebanyak 3 sesi perhari masing-masing 1-1.5 jam per-sesi selama 9 harı, ditambah dengan sesi konsultasi personal peserta hampir setiap hari; bahkan pada hari-hari Ajahn Brahm terserang flu sekalipun. Selalu tetap terlihat senyuman khas menghias wajahnya dengan semangat dan keceriaan yang hampir konstan di setiap saat. 

Pikiran yang tidak bergejolak dan batin gang mawas memberikan kejernihan batin dan menyisakan energi kebahagiaan yang luar biasa dan bisa sangat membantu dalam menyelesaikan banyak masalah.

Ajahn Brahm

Saya pernah mencoba menuliskan pernik-pernik latihan meditasi yang saya ikut meskipun tidak tuntas. Berikut adalah tautannya:

  1. https://letting-go.blog/2018/08/12/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-pertengahan-juli-2018/
  2. https://letting-go.blog/2018/08/16/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-2/
  3. https://letting-go.blog/2018/08/25/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-3/
  4. https://letting-go.blog/2018/09/18/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-4/
  5. https://letting-go.blog/2018/10/08/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-5/
  6. https://letting-go.blog/2018/10/10/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-6/
  7. https://letting-go.blog/2018/10/24/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-7/
  8. https://letting-go.blog/2018/12/18/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-8/
  9. https://letting-go.blog/2019/12/11/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-9/
  10. https://letting-go.blog/2019/12/14/pernik-pernik-pelatihan-meditasi-9-hari-oleh-ajahn-brahm-juli-2018-10/
  11. https://letting-go.blog/2019/12/21/meditasi-bersama-ajahn-brahm-11-apalah-arti-sebuah-nama/
  12. https://letting-go.blog/2020/05/31/mengganggu-kebisingan/

Perth, 7 Agustus 2021

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s