Pernik-Pernik Pelatihan Meditasi 9 Hari oleh Ajahn Brahm – Juli 2018 (6)

Sabtu, 14 July 2018 – Hari Pertama (3)

Siapa yang paling penting dalam hidup kita?

Pertanyaan kedua dari cerita tentang Tiga Pertanyaan Kaisar (Nicolas Tolstoy) adalah siapa orang yang paling penting dalam hidup kita. Kita mungkin akan menduga jawabannya diri sendiri, orang tua, anak atau yang lain. Menurut Nicolas Tolsloy, orang yang paling penting dalam hidup kita adalah orang yang berada di depan kita sekarang.

Bagi Ajahn Brahm, orang yang paling penting sekarang ini adalah kami yang berada di depan dia. “Nggak juga sih”, goda Ajahn.

Tulisan dibawah ini sebagian besar adalah saduran langsung dari dhamma talk Ajahn Brahm (huruf miring).

Ini akan membawa kita ke saat kini. Segala keberadaan saat ini menjadi hal yang terpenting. Jadi bagaimana seharusnya kita melakukan meditasi? Pada apa harusnya kita tujukan perhatian kita? Jawabannya adalah pada apapun yang ada di hadapan kita saat ini, itulah yang paling penting, maka sadarilah. Menyadari saat kini adalah pengalaman yang paling penting, yaitu pada apa yang terjadi saat ini. Apa yang harus kita lakukan dengan semua yang ada di hadapan kita?

“saya lelah,”

“saya bosan”,

“saya sakit,”

“saya kesal,”

“saya kalut,”

Semua ini penting dan harus sadari.

Apa yang harus dilakukan dengan ini? Jawabannya adalah menaruh kesadaran penuh terhadap semua pikiran ini dan merawatnya (care) dengan kasih sayang dan kewelas-asihan terhadap pikiran apapun yang sedang muncul.

IMG_8261

Apa yang paling penting dilakukan di dunia? To Care (not to Cure)

Berkaitan dengan ini, Ajahn bercerita tentang seorang murid awamnya, seorang dokter Srilanka yang dulu waktu masih menjadi dokter muda sering datang ke biara dan meminta nasehat kalau punya masalah. Sekarang dia telah menjadi seorang dokter yang sukses. Baru-baru ini dia pergi ke Rusia untuk menonton sepakbola Piala Dunia.

Suatu hari, dia datang  ke biara kota di Nollamara (biara Dhammaloka) dan menyampaikan bahwa dia akan berhenti menjadi dokter setelah pasien pertama dibawah perawatan dia meninggal dunia.

Pasien wanita yang baru berumur 23 tahun meninggal dunia tak terduga. Dan dia harus menyampaikan berita ini kepada suami wanita tersebut yang dampingi oleh anak mereka yang masih kecil, yang sekarang telah kehilangan ibunya. Dia merasakan kesedihaan yang dalam dari suami wanita tersebut yang begitu kehilangan di saat usia pernikahan mereka yang baru beberapa tahun, dimana hubungan mereka yang masih sangat hangat.

Waktu itu dia masih menjadi dokter praktek di tahun-tahun pertama sebagai dokter. Meski bukan kesalahan dia dan tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan pasien tersebut, tetapi dia merasa sangat bersalah dan itu terlalu berat bagi dia untuk memikulnya. Dia tidak bisa memikul beban seperti ini lagi kalau ada kejadian berikutnya,.

Ajahn Brahm memberitahu bahwa dia telah salah mengartikan tugas seorang dokter. Tugas utama dokter adalah memberikan perhatian dan perawatan (caring) bukan penyembuhan (curing), kalaupun ada penyembuhan itu untuk sementara. Cepat atau lambat seseorang itu akan meninggal dunia juga.

Kita selalu bisa memberikan perhatian dan kepedulian kita tapi tidak selalu bisa menyembuhkan.

(Ajahn Brahm)

Sambil bercanda Ajahn Brahm menyampaikan definisi kehidupan menurut Buddhisme – yang tidak didapat dari kitab suci, bahwa kehidupan adalah penyakit hubungan seksual yang mematikan (sexually transmited terminal disease). Meski kedengarannya negatif tapi mungkin ada benarnya.

Ajahn merasa ada kesalahan konsep dalam sistim penanganan kesehatan kita, dimana semua sumber daya dikerahkan untuk menyembuhkan seseorang tidak peduli seberapa menyakitkan proses pengobatan itu, selama orang itu mampu membiayai pengobatannya.

Ajahn menerangkan kepada dokter muda tersebut, bahwa tugas dia bukan untuk menyembuhkannya tetapi memberi perhatian dan merawat pasiennya. Kalau tujuannya adalah menyembuhkan, dia akan gagal berulang kali dalam pekerjaannya. Tapi dia tidak akan pernah gagal kalau tujuannya adalah memberi perhatian dan perawatan.

Sama halnya Ajahn Brahm sebagai seorang guru spiritual, kalau dia harus menyembuhkan kebiasaan buruk para bhikkhu, anagarika atau kami-kami di biara ini, katanya dia akan menyerah. Tapi dia akan selalu peduli dan memberi perhatian kepada semua. Peduli dan memberi perhatian lebih penting dari memperbaiki atau menyembuhkan.

Dokter muda tadi akhirnya mengerti. Kalau dia menempatkan perhatian dan usaha merawat lebih penting dari menyembuhkan penyakit, dia akan selalu berhasil. Dengan usaha perawatan dan perhatiannya kepada pasien, sebagai hasil sampingannya kemungkinan besar dia akan menyembuhkan lebih banyak orang.

Itulah jawaban dari pertanyaan ketiga dari Tiga Pertanyaan Kaisar tentang apa yang paling penting dilakukan di dunia ini, yaitu untuk peduli dan perhatian.

IMG_8303

Di dalam kehidupan keseharian kita, begitu banyak orang punya masalah dalam perkawinan, dengan anak-anaknya, dengan tubuhnya. Orang cenderung berusaha untuk merubah dan menyembuhkan semua ini, Merubah suami misalnya. Percayalah, para isteri tidak akan bisa merubah sifat buruk suaminya. Tapi para isteri akan selalu bisa untuk peduli dan memberi kasih sayang. Dengan kepedulian dan kasih sayang ini, sang suami akan memperbaiki dirinya sendiri. Begitu juga, anda tidak bisa merubah isteri anda, tapi anda dapat peduli dan perhatian kepadanya. Pada saat itulah hubungan suami istri akan mulai membuahkan membahagiakan.

Begitu juga dengan tubuh ini, cobalah rawat dan menaruh perhatian terhadap tubuh ini daripada mencoba menyembuhkannya. Jika anda harus duduk dikursi agar tubuh ini nyaman, lakukanlah. Keinginan untuk memaksa duduk di atas lantai yang keras atau duduk di atas pecahan kaca, hanyalah keegoisan saja. Kepedulian dan perhatian akan lebih membebaskan.

Rawatlah tubuh anda. Kalau anda perlu istirahat, istirahatlah. Terutama pada beberapa hari pertama pelatihan ini. Nantinya meditasi akan mulai berjalan baik. Itulah hal yang paling penting dilakukan.

Hubungan Tiga Pertanyaan Kaisar (Nicolas Tolstoy) dengan meditasi

Jadi inilah tiga pertanyaan kaisar itu. Waktu yang paling penting adalah sekarang. Orang yang paling penting adalah yang ada didepan kita. Dan Hal yang paling penting dilakukan adalah peduli dan perhatian.

Apa hubungannya dengan meditasi?

Apa yang sedang anda sadari saat ini? Sekarang! Itulah objek meditasi yang paling penting.

Apa yang harus saya lakukan? Sadari dan perhatian terhadap objek meditasi itu. Kalau anda coba menghindarinya atau berusaha membuatnya lebih baik, itu artinya kita berusaha menyembuhkannya daripada merawatnya. Maka sering kali kita berpikiran:

“saya akan menyembuhan pikiran saya dari kekotoran batin ini;”

“ayo berhentilah berpikir terlalu banyak;”

“ayo berhentilah kegelisahan ini, ketegangan ini;”

“saya hanya punya 8-9 hari dalam pelatihan ini, saya harus mencapai sesuatu dari latihan ini, saya banyak sekali pekerjaan yang harus dikerjaan pulang dari sini nanti.”

Daripada mencoba menyembuhkan pikiran kita dari kondisi pikiran yang buruk, lebih baik menyadari dan memberi perhatian dengan penuh kasih sayang pada pikiran-pikiran ini, pada saat ini juga. Ini artinya anda bisa melakukan meditasi kapan saja, dimana saja, dalam posisi tubuh dan kondisi pikiran apapun.

Beberapa orang bertanya bagaimana dia bisa melakukan meditasi kalau dalam keadaan sakit di rumah sakit. Dia tidak dapat memperhatikan napasnya, apa yang harus dilakukan. Tentu saja kita bisa melakukan meditasi dalam keadaan seperti ini, kita tidak perlu duduk dengan kaki bersila dalam posisi teratai penuh misalnya. Kita bisa berbaring dan menyadari apa yang sedang kita pikirkan, seperti perasaan lapar, bosan, lelah, dingin pada saat ini.

Saat ini adalah saat yang paling penting; menyadari bahwa sedang berada di rumah sakit, sedang berbaring, dalam keadaan sakit. Apa yang kita pikirkan saat ini, kita peduli dan memberi perhatian lembut terhadap pikiran ini, tidak perlu takut dan tidak mencoba menghilangkan pikiran-pikiran ini.

Dengan cara ini, banyak hal yang menakjubkan akan terjadi pada tubuh kita. Cara ini akan mengantar kita pada inti dari meditasi, saat kita memberi perhatian penuh dengan kasih sayang untuk pikiran kita, tanpa mencoba menghindari atau menolaknya, tanpa menginginkan sesuatu yang lain; maka anda akan tepat berada pada saat kini, belajar dari saat kini.

Keadaan ini mungkin kurang menyenangkan tapi akan jauh lebih baik daripada kalau kita coba menolaknya atau kita menginginkan sesuatu yang lebih, atau menginginkan hal yang lain. Anda berada pada saat ini dan belajar memahami semua pikiran pada saat ini. Semua ini akan berlalu dengan cepat pada saat anda tidak melawannya tetapi dengan lembut merawatnya.

Secara ilmiah otak kita menghabiskan banyak energi, kalau tidak salah 24-25% dari seluruh energi yang dibutuhkan oleh semua organ – untuk berpikir. Mengingat ukuran otak yang kecil ini, otak merupakan organ yang menghabiskan paling banyak energi dibandingkan dengan organ lain.

Pikiran yang terlatih dengan hanya memperhatikan saat kini, akan bekerja sangat efisien dan menghemat banyak energi. Untuk itu pikiran menjadi segar. Dalam depresi, pikiran bergejolak dan memakan banyak energi otak yang menyebabkan kelelahan pikiran.

Ajahn Brahm bercanda kalau dia menjadi gemuk karena meditasi dan begitu banyak energi pikiran yang dihemat dan kelebihan energi turun ke perutnya. Andai saja Ajahn bisa belajar untuk berpikir lebih banyak atau khawatir lebih banyak, mungkin dia bisa menurunkan berat badannya.

_MG_9045

Inti dari Meditasi

Dalam meditasi, tidak ada perlawanan dalam pikiran tetapi kita merawat pikiran, tidak khawatir terhadap masa lalu dan masa depan, hanya merawat saat kini. Apa yang terjadi kemudian adalah anda menjadi bersemangat alih-alih kelelahan, depresi – kelelahan dari otak mulai menghilang.

Jadi saat kini adalah waktu yang paling penting. Beradalah di sini dan bersahabat dengan saat kini, dan otak anda akan menjadi bersemangat. Pada saat anda menjadi bersemangat, semua kegelisahan dan kelelahan hilang. Anda segar dan riang. Tidak hanya itu, anda mulai merasakan kebahagiaan. Semangat ini adalah kegembiraan, kegembiraan membuat anda bersemangat.

Beberapa orang mungkin tergantung pada secangkir kopi untuk memberi semangat di pagi hari. Tapi kalau anda bersemangat terutama karena tenaga alami (dengan meditasi), anda akan lebih bahagia. Karena anda bahagia, akan lebih mudah berada di saat kini, anda tidak perlu kemanapun, disini dan saat ini, indah dan menyenangkan.

Cara ini bukanlah meditasi kelas dua.  Ini bukan suatu cara meditasi pemula, yang kemudian akan masuk ke dalam meditasi yang ‘sebenarnya’ seperti memperhatikan napas, tapi inilah inti dari meditasi.

Sekarang adalah waktu yang paling penting. Orang yang paling penting adalah orang yang ada tepat di hadapan kita sekarang, dan yang paling penting dilakukan adalah beri perhatian sepenuhnya kepada orang di hadapan kita sekarang.

(Nicolas Tolstoy)

Apa yang terjadi kalau kita sedang berpikir sesuatu yang lain, berkhayal, berencana apa yang akan dilakukan kemudian; kalau semua ini ada dihadapanmu sekarang ini, itulah yang terpenting, maka sadari dan beri perhatian.

“baiklah pikiran, kalau kamu mau berpikir seperti itu, silakan saja.”

Apa yang terjadi, pikiran seperti itu adalah bentuk agitasi dari pikiran. Pada saat kita tidak masuk dalam agitasi itu, pikiran-pikiran itu akan segera berhenti. Ajahn Brahm nanti akan bercerita perumpamaan monster pemakan kemarahan, tentang monster yang dalam diri kita yang dibesarkan oleh penolakan-penolakan kita terhadap pikiran kita yang dianggap negatif. Pikiran-pikiran ini kalau diperlakukan dengan benar tidak akan bertahan lama, akan hilang dengan sendirinya. Pikiran kembali menjadi damai, hening dan bahagia.

Meditasi sejatinya sangat mudah ketika kita tidak mencoba untuk melakukannya, ketika kita tidak berkeinginan mencapai sesuatu, hanya berada di sini dan saat ini. Ini adalah pusat perhatian terpenting, yang hanya perlu disadari dan dipelakukan dengan lembut.

Ajahn Brahm

Ajahn Brahm juga menyediakan banyak boneka beruang (teddy bear) di ruang meditasi yang bisa dipakai untuk ditaruh dipangkuan untuk mengingatkan saat ini sebagai objek perhatian. Ini akan membantu meditasi menjadi jauh lebih mudah dan efektif. Ajahn juga menulis buku ‘Bear Meditation”.

Tulisan ini mengakhiri Morning Dhamma Talk Ajahn Brahm – 14 July 2018 (Track 01) – mulai 39:00-selesai: http://www.podbean.com/media/share/pb-d2dze-961685

Boddington – Western Australia, 10 Oktober 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s